Minggu, 19 Desember 2021

KECEWA


Setiap orang butuh untuk dihargai. 
Pilihannya adalah ia menjadi senang karena telah dihargai
Atau menjadi luka batin karena tidak pernah merasa dihargai."

"Bagaimana kamu bisa dihargai orang lain jika caramu saja tidak bisa menghargai orang lain."

Hatiku bukanlah terbuat dari batu.
Aku bisa merasakan sedih, kecewa, luka, karena sikap egoismu

Satu hal yang tak pernah hilang dalam hidup ini adalah rasa kecewa.
Apalagi rasa itu diberikan oleh seseorang yang kita anggap istimewa.

Kita punya pilihan.....
Jatuh ke lembah kecewa
Atau bangkit menangkap bahagia

Aku memilih bahagia.
Melepaskan duka lara.
Menghempaskan kecewa.

Aku hanya sedikit belajar
Dan aku harus lebih bersabar
Bahwa tidak semua kepercayaan
Pantas diberikan.
Cobalah lihat wajahku
Fokuslah pada tatap mataku
Bukankah kamu biasanya paham
Apa inginku yang mendalam

Aku tidak marah, kamu pun boleh bertindak sesukamu.
Tapi akupun punya hak yang sama, bertindak sesukaku.

Menerima takdir adalah awalnya.
Ikhlas memeluk kekecewa adalah kelanjutannya.
Lalu pada akhirnya bahagia menjadi penutupnya.

Selasa, 01 Juni 2021

Menggenggam Beban, Meredam Perasaan

Tak kunjung usai
Berkelana setiap hari
Lara,,,, acap menderita hati
Menembus puncak,,,,
Dengan pilihan jalan mengacak

Menggenggam asa
Keluh, kesah tak akan ada
Menatap keluarga tersenyum merona
Melahap hidangan seadanya

Asyiknya menyantap lauk terbalut nasi
Beralaskan kain dengan pemandangan jalan setiap hari
Dengan kendaraan bau, menemani

Walau lara acap berdarah
Walau pakaian sangat basah
Tubuh penuh dengan lelah
Namun tersenyum tetap terlihat diwajah

Kita harusnya bersyukur
Dengan rasa penuh terukur
Dapat temui hidangan, hari ini
Tak tentu esok hari menikmati
Karena tak mengharapkan pemberi

Sebuah kata yang mudah tuk diucapkan
Tetapi sulit tuk diterapkan

Menjadi penghibur hati
Saat deburan lika-liku hidup menghampiri
Menjadi penenang jiwa
Saat gundah gulana melanda.

Aku bukanlah diam tanpa kata
Aku bukanlah kepasrahan tak bermakna
Aku bukanlah diam menunggu berlalunya waktu
Aku juga bukanlah kebodohan menunggu sesuatu

Pertanda keistiqamahan, keimanan dan ketaqwaan
Disaat menjalani rangkaian cobaan kehidupan

Karena kuasaNYA yang tak pernah terbatas
Kunci utama adalah menjalani dengan ikhlas

Selalu ingat Allah serta taat beribadah
Berpedoman Al Qur'an dan hadist jamaah
Terasa susah namun berbuah indah
Walau pahit tapi terasa penuh berkah







Minggu, 30 Mei 2021

Semanis GULA, Senikmat KOPI


Heyyy manis....

Aaaaa.... Ini bukan sapaan receh
Karena ini adalah rangkaian pujian, untuk engkau selalu bisa buat ku meleleh
Pemilik senyuman yang sampai hari ini buat hatiku menetap dan pada yang lain aku tak mau menoleh

Laksana GULA.....
Kau membuat hidupku manis seketika
Semut pun cemburu karena tidak akan mampu mengerubungi mu
Karena pelukan ku akan terlebih dahulu melakukan itu

Tebu yang terekstrak akan berhenti memproses dirinya
Karena untuk apa menjadi gula kalau engkau yang termanis satu-satunya

Stevia, sakarin dan berbagai pemanis lainnya akan lenyap seketika
Karena mereka hanyalah pemanis buatan sedangkan engkau adalah manis yang ciptakan Tuhan untuk melengkapi hidup di dunia

Heyyyy manis.... Tersenyumlah
Aku tau hari-hari telah berjalan berat
Namun tanpa senyum mu waktu hanya akan menjadi pahit yang bertambah pekat

Aahhhhhhh.......
Kopi ini pun akan terasa pahit dilidahku
Jika belum tercelup senyuman mu.

Entah tersaji panas atau dingin
Murni atau tercampur rasa lain
Dinikmati sendiri atau ramai
Diteguk langsung atau disesap santai
Kopi akan selalu memberi rasa damai
Sesuai selera....
Dalam bahagia atau sedang duka lara



Kamis, 04 Maret 2021

Ketika Jarak, Membuat Rindu Menyeruak

 

Kembali kita berpeluk pada rindu yang tak terucap
Berpulang pada resah, dan tenggelam dalam angan penuh harap


Biarkan aku menari dalam dunia imaji 
Bercumbu dengan sunyi
Memelukmu dalam mimpi
Memandang jauh dan berlari diatas delusi


Bukankah kita hanya terpisah raga 
Namun tak akan bisa terhalang rasa


Bukankah rasa bersemai dalam ruang penuh cinta
Bukan ruang gelap antara ada dan tiada


Luar biasa rasanya...
Ketika rasa dituangkan kedalam kata-kata
Meski "tanya ku" diakhiri dengan "seru mu"
dan "koma ku" dihalau dengan "titik mu"
Setidaknya aku masih bisa melanjutkan paragrafnya


(Seindah apapun huruf yang tertata)
Dapatkah ia bermakna.... 
Apabila tanpa jeda?
Dapatkah ia dimengerti...
Apabila tanpa spasi?


Bukankah kita baru bisa bergerak 
Apabila ada jarak?
Bukankah kita saling sayang....
Apabila ada ruang?


Dengan kata kita beradu diakhir suara
Dengan rindu kita menghargai arti bersama
Dengan cinta kita melatih perasaan
Dengan jarak kita melatih kesabaran


"Aku masih disini dengan satu nama, dan perasaan yang sama"



Sabtu, 27 Februari 2021

Sugeng Ambal Warso, Sigaraning Roso ^_^


Apa kabar kau mentari?
Semoga kau bersinar ceria hari ini
Mengiringi rasa bahagia akan hari yang dinanti
Hari istimewa untuk orang yang selalu di hati


Mungkin mereka anggap biasa
Tapi nuansa hari ini begitu berbeda
Apalagi senyumu yang manis tersipu
Membuat rasa sanyang ini selalu menggebu


Selamat hari ulang tahun kasih
Semua hari yang telah kau lewati
Setiap anugerah yang kau rasakan
Dan segala cerita manis penuh harapan
Tetaplah pada langkah hidupmu
Selalu inginkan yang terbaik untukmu


Angka dua sembilan terlewati sudah
Tertulis satu episode intro lagu yang indah
Bait bait kehidupan telah tertulis jelas
Untuk jadikan lampu sumbu dan kompas


Dalam detik yang akan datang
Tetaplah kau jadi yang tersayang
Dalam tiap langkah yang kadang menjauh
Tetaplah aku merindukannu penuh


Terima kasih telah mengisi nafas hidupku
Cerita denganmu membuatku lebih menderu
Melangkah maju dan terus mengejar mimpi
Tetap bersinar selama kau berada disisi


Selasa, 23 Februari 2021

Cinta Pertama (mungkin) Abadi Selamanya


Deburan ombak membisik di pantai
Pusaran riak menari di permukaan laut
Gemuruh sejuta rasa bergetar di hati
Rindu bergelombang jiwa terpaut


Netra bertatap hadirkan pijaran cinta
Birunya langit berpadu warna hijau merona
Satukan jiwa di garis rasa
Mengalirkan debaran rindu di dada


Palung jiwa bertabur bunga
Pertama kurasakan detak cinta
Kulabuhkan hati pada satu dermaga
Kaulah belahan jiwa yang teristimewa


Terumbu karang berhias ikan menari lincah
Setia mendekap cinta takkan terpisah
Kulekatkan gesekan namamu di hati
Angan cinta pernah melambung tinggi


Masih ingatkah akan kisah kita
Kita selalu bersama di waktu remaja
Sekolah menyatukan cinta
Cinta pertama (mungkin) tak akan terlupa


Wajah-wajah penuh canda tawa
Tawa canda kala berboncengan naik sepeda
Sepeda renta yang selalu kita bawa waktu senja
Senja mengecup jalanan yang kita lewati berdua


Tak sengaja ku tangkap bayangmu
Setelah sekian usang berlalu
Sejak kamu pergi menghilang
Tapi kenangan tak semudah itu terbuang


Banyak purnama tlah terlewati
Episode itupun terlampaui
Masa putih abu - abu
Dimana kita pertama bertemu


Masih ingatkah ketika pertama kau sapa aku
Kita begitu lugu, naif dan malu
Saling mencuri pandang
Dan jantung kita berdetak kencang


Bahkan ketika cinta menyapa
Kau tuliskan dipucuk surat cinta
Bersampul merah jambu
Dalam untaian diksi indahmu
Terselip dibuku paketmu
Kita masih juga naif malu


Hari selalu penuh warna
Dihiasi Cemburu dan canda
PR matematika, fisika dan kimia
Yang biasa jadi momok siswa
Jadi alasan utk dipecahkan berdua
Lenyap semua gulana
Bila sosokmu tertangkap netra


Bangku kelas dari kayu
Kini jadi saksi bisu
Cerita kita dulu
Dimasa putih abu-abu


Namun, sekarang kisah indah kita telah sirna
Sirna tertelan masa
Masa sampai umur telah berganti masa dewasa
Tapi cinta pertama (mungkin) abadi selamanya


Walau kita tak bersatu
Cinta pertama abadi dalam kalbu
Kenangan itu tak kan mati
Tersimpan rapi di lembar memori




Jumat, 19 Februari 2021

Ketika CANDA, menjadi CANDU


Apa kabar pemantik rindu
Yang melalap habis seisi kalbu
Aku gusar malam ini
Aku ingin meluapkan kegusaran hati
Karna amat rindu canduku terhadap pedusi


Rasa renjana yang kuciptakan tak berkesan
Selalu tak berhasil menutupi kegundahan
Tenggelam dalam harap
Dalam tangis yang merayap


Lidah ku kelu, tubuh ku hempas
Mengharap temu walau hanya sekilas
Mengapa terasa jauh walau dekat
Mengapa rindu melulu walau pekat


Apa kabar pemantik rindu
Telah kusiapkan sebatang haru
Untuk kita bakar ketika bertemu
Lalu kita hirup pikuk rindu yang kelabu
Menyapa kembali kehadiranmu


Tentang mu adalah candu,
Mengendap erat dalam gurat nyawa ku.


Merindukan mu adalah candu,
Mengikis getir sendu dalam gelimang rindu.


Mendoakan mu adalah candu,
Doa suci terucap khidmat setelah sujud ku.


Memikirkan mu adalah candu.
Terpahat kekal dalam imaji eloknya paras ayu 


Jeda pahit penantian ini tak terasa jemu.
Terpatri asa menyala dalam melebur dalam kalbu.


Menanti takdir kuasa menyatukan jiwa.
Candu lebur manunggal dalam sukma.







Jumat, 12 Februari 2021

Cemburu Kalbu


Bertanya pada langit kala itu
Akankah mengecap kebahagian setiap waktu
Lalu bagaimana dengan kabar kepahitan dan kesengsaraan
Dalam hati yang mencari jawaban kebenaran

Angin sepoi menerpa wajah serta membawa aroma bunga
Akankah dia yang kucinta kembali dan membawa rindu bersamanya

Aku yakin dengan rasa ku
Cinta yang terilhami dari ketulusan
Teka-teki saat manik mata kedua insan saling menatap
Dikala suara rintik hujan terdengar diatas atap

Tak tahukah engkau wahai wanita pujaan
Nuansa jingga kembali membawaku bertanya ke masa lalu
Dan kini ku sadari itu hanyalah kenangan
Tak seharusnya membuat bimbang apalagi risau

Senyumlah untuk semua orang
Sebab senyum adalah Ibadah paling gampang
Tetaplah senyuman mesra darimu
Hanyalah kepadaku, bukan kepada masa lalu

Bertutur lembutlah pada setiap orang
Sebab lembut tutur sapa akan selalu dikenang
Namun tutur lembut yang mesra hanyalah untukku
Bukan untuk semua orang untuk merayu

Maaf jika aku berlebihan
Maaf jika aku keterlaluan
Tak sedikitpun ingin menekan
Apalagi mengatur kepribadian

Aku hanya ingin meyakinkan
Dalam sesaknya cinta yang kurasakan
Agar engkau tau....
Hanya ada cintamu, memenuhi ruang hatiku

Cinta ini tumbuh dari dalam hati dan perasaan
Hingga resah pun tak dapat ku tahan
Cemburu pun tak dapat ku hentikan
Karena ketakutan masa lalu ditinggalkan
Pergi bersama pelukan sang mantan

Dapatkah engkau mengerti
Bisakan engkau memahami

Rasa ini ... cemburu ini
Karena aku begitu mencintai

Harapku
Pahamilah, mengertilah




Selasa, 09 Februari 2021

Berdamai Dengan Hati


Apapun dongeng dibalik peristiwa
Kenapa dan mengapa membanjiri ruang tanya
Percaya tak percaya namun nyata
Dipertemukan dilajur tak semestinya itu fakta
Berwarna merah saga digaris-garis tata krama

Semula mungkin cuma selintas cerita
Mengisi ruang kosong di relung jiwa
Jangan libatkan perasaan di papar sebagai pengantar cerita
Irama hati ternyata senada
Di pustaka kejujuran tercatat rasa sesungguhnya

Kegagalan, katakutan, khawatir adalah warna
Warna yang selalu ada setiap aku membuka mata
Menyapa dunia fana
Warna yang juga ada setiap aku menutup mata 
Ketika gelap merajai malam berawal indahnya senja

Lantunan syair merdu terdengar olehku
Seolah-olah ia mengerti ke gundahanku
Ia membelai lembut hati yang kecewa
Dan berkata "kau kan baik- baik saja"

Bahwa seperti apapun akhirnya
Akan selalu ada alasan untuk tersenyum bahagia
Untuk hati yang siap menerima janji
Untuk diri yang tak boleh merugi
Untuk cinta yang selalu terpatri di hati
Untuk jiwa yang tak boleh jumawa
Karena janjiNya bukan janji manusia




Senin, 08 Februari 2021

Untuk Kamu, Yang Terjebak MASA LALU


Sepi sendiri melangkah dalam sunyi
Sayangnya kau tak akrab dengan secangkir kopi

Terasa hampa tak bermakna
Tangisan sendu terasa sesakan dada

Hanya bisa mengenang penuh angan-angan
Menari-nari di kepala memori sang pujaan
Mustahil tuk di hilangkan atau dilupakan

Sang mantan takkan pernah mengerti keadaan
Dulu selalu membuatmu kesepian
Menunggu sang mantan memberi kabar
Hingga akhirnya kau tidur terlelap didalam kamar

Hampa iringi langkah dalam keseharian
Mungkin ingin kau buang semua kenangan
Namun rasa sayang menjadi penghalang
Hanya bisa mengenang dalam lamunan
Terjebak dalam kenangan tak bertepian

Mungkin kau berusaha menutup diri
Tapi sayangnya dia punya kunci
Yang selalu bisa buat mu membuka hati

Dan...aku...???????
Hanyalah sebuah susunan puzzle impian
Yang tinggal selangkah lagi menuju masa depan
Kini buyar tertiup angin kenangan

Puluhan spekulasi bermunculan
Menimbang mana yang memiliki kemungkinan

Tak sedikit sanggahan datang bergiliran
Berusaha agar ia dapat didengarkan
Mendukung hati yang penuh harapan
Analisa tak pernah henti berjalan
Mengorek setiap inci ingatan
Mencari jawaban yang berharap sebuah kepastian

Lelahpun sudah tak ia hiraukan
Bayang semu melanda tak terhindarkan
Menggerogoti setiap sudut pikiran

Sekarang aku sedang ingin sendiri
Berdamai dengan hati 
Bersama dengan SECANGKIR KOPI



Jumat, 01 Januari 2021

Secangkir Kejujuran



Matahari datang.......
Memenuhi janjinya pada pagi
Seperti secangkir kopi
Yang sudah bersiap menemanimu
Menemui hari baru

Mereka selalu bertanya,
"mengapa memilih kopi menjadi temanmu?"

Mereka bilang kopi candu
Sayangnya kopiku adalah inspirasiku
Kopi hanya ritual pagi
Yang menemani menyambut hari

Aku bukan pecandu kopi
Aku hanyalah penikmat kopi

Aku tak hanya meneguk hitamnya
Tapi aku jg menikmati pahitnya

Mengapa memilih kopi,
padahal bukan seorang pecandu kopi?
Bukankah itu pertanyaan dalam benakmu?

Aku memilih kopi
Menyambut hariku
Bukan cinta...
Karena cinta kadang mengabaikan kejujuran
Hanya karena takut ditinggalkan
Karena sebuah kejujuran

Kopi tak pernah malu menjadi hitam
Ia tak pernah berdusta apalagi dendam
Kopi tak pernah berkata manis
Ia tak pernah memaksa untuk meneguk abis

Kopi tak pernah berusaha berubah hitam menjadi putih
Kopi selalu menuangkan kejujuran dalam setiap cangkirnya yang bersih

Jika kau ingin menikmati kopi
Meneguk kejujuran dari hati
Tampil apa adanya
Dan hadapi segala konsekuensinya

Tak mengapa pahit
Asal buah kejujuran
Jangan takut akan merasa sakit
Atau ingin terus hidup memikul beban

Dengan begitu kamu akan diterima apa adanya,
Bukan kebohongan berujung kecewa.

"Aku suka menikmati aroma kejujuran secangkir kopi, tanpa ada yang harus ditutup-tutupi"