Bertanya pada langit kala itu
Akankah mengecap kebahagian setiap waktu
Lalu bagaimana dengan kabar kepahitan dan kesengsaraan
Dalam hati yang mencari jawaban kebenaran
Angin sepoi menerpa wajah serta membawa aroma bunga
Akankah dia yang kucinta kembali dan membawa rindu bersamanya
Aku yakin dengan rasa ku
Cinta yang terilhami dari ketulusan
Teka-teki saat manik mata kedua insan saling menatap
Dikala suara rintik hujan terdengar diatas atap
Tak tahukah engkau wahai wanita pujaan
Nuansa jingga kembali membawaku bertanya ke masa lalu
Dan kini ku sadari itu hanyalah kenangan
Tak seharusnya membuat bimbang apalagi risau
Senyumlah untuk semua orang
Sebab senyum adalah Ibadah paling gampang
Tetaplah senyuman mesra darimu
Hanyalah kepadaku, bukan kepada masa lalu
Bertutur lembutlah pada setiap orang
Sebab lembut tutur sapa akan selalu dikenang
Namun tutur lembut yang mesra hanyalah untukku
Bukan untuk semua orang untuk merayu
Maaf jika aku berlebihan
Maaf jika aku keterlaluan
Tak sedikitpun ingin menekan
Apalagi mengatur kepribadian
Aku hanya ingin meyakinkan
Dalam sesaknya cinta yang kurasakan
Agar engkau tau....
Hanya ada cintamu, memenuhi ruang hatiku
Cinta ini tumbuh dari dalam hati dan perasaan
Hingga resah pun tak dapat ku tahan
Cemburu pun tak dapat ku hentikan
Karena ketakutan masa lalu ditinggalkan
Pergi bersama pelukan sang mantan
Dapatkah engkau mengerti
Bisakan engkau memahami
Rasa ini ... cemburu ini
Karena aku begitu mencintai
Harapku
Pahamilah, mengertilah
Hanya ada cintamu, memenuhi ruang hatiku
Cinta ini tumbuh dari dalam hati dan perasaan
Hingga resah pun tak dapat ku tahan
Cemburu pun tak dapat ku hentikan
Karena ketakutan masa lalu ditinggalkan
Pergi bersama pelukan sang mantan
Dapatkah engkau mengerti
Bisakan engkau memahami
Rasa ini ... cemburu ini
Karena aku begitu mencintai
Harapku
Pahamilah, mengertilah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar