Kembali kita berpeluk pada rindu yang tak terucap
Berpulang pada resah, dan tenggelam dalam angan penuh harap
Biarkan aku menari dalam dunia imaji
Bercumbu dengan sunyi
Memelukmu dalam mimpi
Memandang jauh dan berlari diatas delusi
Bukankah kita hanya terpisah raga
Namun tak akan bisa terhalang rasa
Luar biasa rasanya...
Memandang jauh dan berlari diatas delusi
Bukankah kita hanya terpisah raga
Namun tak akan bisa terhalang rasa
Bukankah rasa bersemai dalam ruang penuh cinta
Bukan ruang gelap antara ada dan tiada
Bukan ruang gelap antara ada dan tiada
Ketika rasa dituangkan kedalam kata-kata
Meski "tanya ku" diakhiri dengan "seru mu"
dan "koma ku" dihalau dengan "titik mu"
Setidaknya aku masih bisa melanjutkan paragrafnya
(Seindah apapun huruf yang tertata)
Meski "tanya ku" diakhiri dengan "seru mu"
dan "koma ku" dihalau dengan "titik mu"
Setidaknya aku masih bisa melanjutkan paragrafnya
(Seindah apapun huruf yang tertata)
Dapatkah ia bermakna....
Apabila tanpa jeda?
Dapatkah ia dimengerti...
Dapatkah ia dimengerti...
Apabila tanpa spasi?
Bukankah kita baru bisa bergerak
Apabila ada jarak?
Bukankah kita saling sayang....
Bukankah kita saling sayang....
Apabila ada ruang?
Dengan kata kita beradu diakhir suara
Dengan rindu kita menghargai arti bersama
Dengan cinta kita melatih perasaan
Dengan jarak kita melatih kesabaran
Dengan rindu kita menghargai arti bersama
Dengan cinta kita melatih perasaan
Dengan jarak kita melatih kesabaran
"Aku masih disini dengan satu nama, dan perasaan yang sama"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar