Berkelana setiap hari
Lara,,,, acap menderita hati
Menembus puncak,,,,
Dengan pilihan jalan mengacak
Menggenggam asa
Keluh, kesah tak akan ada
Menatap keluarga tersenyum merona
Melahap hidangan seadanya
Asyiknya menyantap lauk terbalut nasi
Beralaskan kain dengan pemandangan jalan setiap hari
Dengan kendaraan bau, menemani
Walau lara acap berdarah
Walau pakaian sangat basah
Tubuh penuh dengan lelah
Namun tersenyum tetap terlihat diwajah
Kita harusnya bersyukur
Dengan rasa penuh terukur
Dapat temui hidangan, hari ini
Tak tentu esok hari menikmati
Karena tak mengharapkan pemberi
Sebuah kata yang mudah tuk diucapkan
Tetapi sulit tuk diterapkan
Menjadi penghibur hati
Saat deburan lika-liku hidup menghampiri
Menjadi penenang jiwa
Saat gundah gulana melanda.
Aku bukanlah diam tanpa kata
Aku bukanlah kepasrahan tak bermakna
Aku bukanlah diam menunggu berlalunya waktu
Aku juga bukanlah kebodohan menunggu sesuatu
Pertanda keistiqamahan, keimanan dan ketaqwaan
Disaat menjalani rangkaian cobaan kehidupan
Karena kuasaNYA yang tak pernah terbatas
Kunci utama adalah menjalani dengan ikhlas
Selalu ingat Allah serta taat beribadah
Berpedoman Al Qur'an dan hadist jamaah
Terasa susah namun berbuah indah
Walau pahit tapi terasa penuh berkah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar