Sepi sendiri melangkah dalam sunyi
Sayangnya kau tak akrab dengan secangkir kopi
Terasa hampa tak bermakna
Tangisan sendu terasa sesakan dada
Hanya bisa mengenang penuh angan-angan
Menari-nari di kepala memori sang pujaan
Mustahil tuk di hilangkan atau dilupakan
Sang mantan takkan pernah mengerti keadaan
Dulu selalu membuatmu kesepian
Menunggu sang mantan memberi kabar
Hingga akhirnya kau tidur terlelap didalam kamar
Hampa iringi langkah dalam keseharian
Mungkin ingin kau buang semua kenangan
Namun rasa sayang menjadi penghalang
Hanya bisa mengenang dalam lamunan
Terjebak dalam kenangan tak bertepian
Hingga akhirnya kau tidur terlelap didalam kamar
Hampa iringi langkah dalam keseharian
Mungkin ingin kau buang semua kenangan
Namun rasa sayang menjadi penghalang
Hanya bisa mengenang dalam lamunan
Terjebak dalam kenangan tak bertepian
Mungkin kau berusaha menutup diri
Tapi sayangnya dia punya kunci
Yang selalu bisa buat mu membuka hati
Dan...aku...???????
Hanyalah sebuah susunan puzzle impian
Yang tinggal selangkah lagi menuju masa depan
Kini buyar tertiup angin kenangan
Puluhan spekulasi bermunculan
Menimbang mana yang memiliki kemungkinan
Tak sedikit sanggahan datang bergiliran
Berusaha agar ia dapat didengarkan
Mendukung hati yang penuh harapan
Analisa tak pernah henti berjalan
Mengorek setiap inci ingatan
Mencari jawaban yang berharap sebuah kepastian
Lelahpun sudah tak ia hiraukan
Bayang semu melanda tak terhindarkan
Menggerogoti setiap sudut pikiran
Sekarang aku sedang ingin sendiri
Berdamai dengan hati
Bersama dengan SECANGKIR KOPI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar