Apa kabar pemantik rindu
Yang melalap habis seisi kalbu
Aku gusar malam ini
Aku ingin meluapkan kegusaran hati
Karna amat rindu canduku terhadap pedusi
Rasa renjana yang kuciptakan tak berkesan
Selalu tak berhasil menutupi kegundahan
Tenggelam dalam harap
Dalam tangis yang merayap
Lidah ku kelu, tubuh ku hempas
Mengharap temu walau hanya sekilas
Mengapa terasa jauh walau dekat
Mengapa rindu melulu walau pekat
Apa kabar pemantik rindu
Telah kusiapkan sebatang haru
Untuk kita bakar ketika bertemu
Lalu kita hirup pikuk rindu yang kelabu
Menyapa kembali kehadiranmu
Tentang mu adalah candu,
Mengendap erat dalam gurat nyawa ku.
Merindukan mu adalah candu,
Mengikis getir sendu dalam gelimang rindu.
Mendoakan mu adalah candu,
Doa suci terucap khidmat setelah sujud ku.
Memikirkan mu adalah candu.
Terpahat kekal dalam imaji eloknya paras ayu
Jeda pahit penantian ini tak terasa jemu.
Jeda pahit penantian ini tak terasa jemu.
Terpatri asa menyala dalam melebur dalam kalbu.
Menanti takdir kuasa menyatukan jiwa.
Candu lebur manunggal dalam sukma.
Menanti takdir kuasa menyatukan jiwa.
Candu lebur manunggal dalam sukma.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar