Jumat, 01 Januari 2021

Secangkir Kejujuran



Matahari datang.......
Memenuhi janjinya pada pagi
Seperti secangkir kopi
Yang sudah bersiap menemanimu
Menemui hari baru

Mereka selalu bertanya,
"mengapa memilih kopi menjadi temanmu?"

Mereka bilang kopi candu
Sayangnya kopiku adalah inspirasiku
Kopi hanya ritual pagi
Yang menemani menyambut hari

Aku bukan pecandu kopi
Aku hanyalah penikmat kopi

Aku tak hanya meneguk hitamnya
Tapi aku jg menikmati pahitnya

Mengapa memilih kopi,
padahal bukan seorang pecandu kopi?
Bukankah itu pertanyaan dalam benakmu?

Aku memilih kopi
Menyambut hariku
Bukan cinta...
Karena cinta kadang mengabaikan kejujuran
Hanya karena takut ditinggalkan
Karena sebuah kejujuran

Kopi tak pernah malu menjadi hitam
Ia tak pernah berdusta apalagi dendam
Kopi tak pernah berkata manis
Ia tak pernah memaksa untuk meneguk abis

Kopi tak pernah berusaha berubah hitam menjadi putih
Kopi selalu menuangkan kejujuran dalam setiap cangkirnya yang bersih

Jika kau ingin menikmati kopi
Meneguk kejujuran dari hati
Tampil apa adanya
Dan hadapi segala konsekuensinya

Tak mengapa pahit
Asal buah kejujuran
Jangan takut akan merasa sakit
Atau ingin terus hidup memikul beban

Dengan begitu kamu akan diterima apa adanya,
Bukan kebohongan berujung kecewa.

"Aku suka menikmati aroma kejujuran secangkir kopi, tanpa ada yang harus ditutup-tutupi"


Tidak ada komentar:

Posting Komentar