Sabtu, 27 Februari 2021
Sugeng Ambal Warso, Sigaraning Roso ^_^
Apa kabar kau mentari?
Semoga kau bersinar ceria hari ini
Mengiringi rasa bahagia akan hari yang dinanti
Hari istimewa untuk orang yang selalu di hati
Mungkin mereka anggap biasa
Tapi nuansa hari ini begitu berbeda
Apalagi senyumu yang manis tersipu
Membuat rasa sanyang ini selalu menggebu
Selamat hari ulang tahun kasih
Semua hari yang telah kau lewati
Setiap anugerah yang kau rasakan
Dan segala cerita manis penuh harapan
Tetaplah pada langkah hidupmu
Selalu inginkan yang terbaik untukmu
Angka dua sembilan terlewati sudah
Tertulis satu episode intro lagu yang indah
Bait bait kehidupan telah tertulis jelas
Untuk jadikan lampu sumbu dan kompas
Dalam detik yang akan datang
Tetaplah kau jadi yang tersayang
Dalam tiap langkah yang kadang menjauh
Tetaplah aku merindukannu penuh
Terima kasih telah mengisi nafas hidupku
Cerita denganmu membuatku lebih menderu
Melangkah maju dan terus mengejar mimpi
Tetap bersinar selama kau berada disisi
Selasa, 23 Februari 2021
Cinta Pertama (mungkin) Abadi Selamanya
Deburan ombak membisik di pantai
Pusaran riak menari di permukaan laut
Gemuruh sejuta rasa bergetar di hati
Rindu bergelombang jiwa terpaut
Netra bertatap hadirkan pijaran cinta
Birunya langit berpadu warna hijau merona
Satukan jiwa di garis rasa
Mengalirkan debaran rindu di dada
Palung jiwa bertabur bunga
Pertama kurasakan detak cinta
Kulabuhkan hati pada satu dermaga
Kaulah belahan jiwa yang teristimewa
Terumbu karang berhias ikan menari lincah
Setia mendekap cinta takkan terpisah
Kulekatkan gesekan namamu di hati
Angan cinta pernah melambung tinggi
Masih ingatkah akan kisah kita
Kita selalu bersama di waktu remaja
Sekolah menyatukan cinta
Cinta pertama (mungkin) tak akan terlupa
Wajah-wajah penuh canda tawa
Tawa canda kala berboncengan naik sepeda
Sepeda renta yang selalu kita bawa waktu senja
Senja mengecup jalanan yang kita lewati berdua
Tak sengaja ku tangkap bayangmu
Setelah sekian usang berlalu
Sejak kamu pergi menghilang
Tapi kenangan tak semudah itu terbuang
Banyak purnama tlah terlewati
Episode itupun terlampaui
Masa putih abu - abu
Dimana kita pertama bertemu
Masih ingatkah ketika pertama kau sapa aku
Kita begitu lugu, naif dan malu
Saling mencuri pandang
Dan jantung kita berdetak kencang
Bahkan ketika cinta menyapa
Kau tuliskan dipucuk surat cinta
Bersampul merah jambu
Dalam untaian diksi indahmu
Terselip dibuku paketmu
Kita masih juga naif malu
Hari selalu penuh warna
Dihiasi Cemburu dan canda
PR matematika, fisika dan kimia
Yang biasa jadi momok siswa
Jadi alasan utk dipecahkan berdua
Lenyap semua gulana
Bila sosokmu tertangkap netra
Bangku kelas dari kayu
Kini jadi saksi bisu
Cerita kita dulu
Dimasa putih abu-abu
Namun, sekarang kisah indah kita telah sirna
Sirna tertelan masa
Masa sampai umur telah berganti masa dewasa
Tapi cinta pertama (mungkin) abadi selamanya
Walau kita tak bersatu
Cinta pertama abadi dalam kalbu
Kenangan itu tak kan mati
Tersimpan rapi di lembar memori
Cinta pertama abadi dalam kalbu
Kenangan itu tak kan mati
Tersimpan rapi di lembar memori
Jumat, 19 Februari 2021
Ketika CANDA, menjadi CANDU
Apa kabar pemantik rindu
Yang melalap habis seisi kalbu
Aku gusar malam ini
Aku ingin meluapkan kegusaran hati
Karna amat rindu canduku terhadap pedusi
Rasa renjana yang kuciptakan tak berkesan
Selalu tak berhasil menutupi kegundahan
Tenggelam dalam harap
Dalam tangis yang merayap
Lidah ku kelu, tubuh ku hempas
Mengharap temu walau hanya sekilas
Mengapa terasa jauh walau dekat
Mengapa rindu melulu walau pekat
Apa kabar pemantik rindu
Telah kusiapkan sebatang haru
Untuk kita bakar ketika bertemu
Lalu kita hirup pikuk rindu yang kelabu
Menyapa kembali kehadiranmu
Tentang mu adalah candu,
Mengendap erat dalam gurat nyawa ku.
Merindukan mu adalah candu,
Mengikis getir sendu dalam gelimang rindu.
Mendoakan mu adalah candu,
Doa suci terucap khidmat setelah sujud ku.
Memikirkan mu adalah candu.
Terpahat kekal dalam imaji eloknya paras ayu
Jeda pahit penantian ini tak terasa jemu.
Jeda pahit penantian ini tak terasa jemu.
Terpatri asa menyala dalam melebur dalam kalbu.
Menanti takdir kuasa menyatukan jiwa.
Candu lebur manunggal dalam sukma.
Menanti takdir kuasa menyatukan jiwa.
Candu lebur manunggal dalam sukma.
Jumat, 12 Februari 2021
Cemburu Kalbu
Bertanya pada langit kala itu
Akankah mengecap kebahagian setiap waktu
Lalu bagaimana dengan kabar kepahitan dan kesengsaraan
Dalam hati yang mencari jawaban kebenaran
Angin sepoi menerpa wajah serta membawa aroma bunga
Akankah dia yang kucinta kembali dan membawa rindu bersamanya
Aku yakin dengan rasa ku
Cinta yang terilhami dari ketulusan
Teka-teki saat manik mata kedua insan saling menatap
Dikala suara rintik hujan terdengar diatas atap
Tak tahukah engkau wahai wanita pujaan
Nuansa jingga kembali membawaku bertanya ke masa lalu
Dan kini ku sadari itu hanyalah kenangan
Tak seharusnya membuat bimbang apalagi risau
Senyumlah untuk semua orang
Sebab senyum adalah Ibadah paling gampang
Tetaplah senyuman mesra darimu
Hanyalah kepadaku, bukan kepada masa lalu
Bertutur lembutlah pada setiap orang
Sebab lembut tutur sapa akan selalu dikenang
Namun tutur lembut yang mesra hanyalah untukku
Bukan untuk semua orang untuk merayu
Maaf jika aku berlebihan
Maaf jika aku keterlaluan
Tak sedikitpun ingin menekan
Apalagi mengatur kepribadian
Aku hanya ingin meyakinkan
Dalam sesaknya cinta yang kurasakan
Agar engkau tau....
Hanya ada cintamu, memenuhi ruang hatiku
Cinta ini tumbuh dari dalam hati dan perasaan
Hingga resah pun tak dapat ku tahan
Cemburu pun tak dapat ku hentikan
Karena ketakutan masa lalu ditinggalkan
Pergi bersama pelukan sang mantan
Dapatkah engkau mengerti
Bisakan engkau memahami
Rasa ini ... cemburu ini
Karena aku begitu mencintai
Harapku
Pahamilah, mengertilah
Hanya ada cintamu, memenuhi ruang hatiku
Cinta ini tumbuh dari dalam hati dan perasaan
Hingga resah pun tak dapat ku tahan
Cemburu pun tak dapat ku hentikan
Karena ketakutan masa lalu ditinggalkan
Pergi bersama pelukan sang mantan
Dapatkah engkau mengerti
Bisakan engkau memahami
Rasa ini ... cemburu ini
Karena aku begitu mencintai
Harapku
Pahamilah, mengertilah
Selasa, 09 Februari 2021
Berdamai Dengan Hati
Apapun dongeng dibalik peristiwa
Kenapa dan mengapa membanjiri ruang tanya
Percaya tak percaya namun nyata
Dipertemukan dilajur tak semestinya itu fakta
Berwarna merah saga digaris-garis tata krama
Semula mungkin cuma selintas cerita
Mengisi ruang kosong di relung jiwa
Jangan libatkan perasaan di papar sebagai pengantar cerita
Irama hati ternyata senada
Di pustaka kejujuran tercatat rasa sesungguhnya
Kegagalan, katakutan, khawatir adalah warna
Warna yang selalu ada setiap aku membuka mata
Menyapa dunia fana
Warna yang juga ada setiap aku menutup mata
Warna yang juga ada setiap aku menutup mata
Ketika gelap merajai malam berawal indahnya senja
Lantunan syair merdu terdengar olehku
Seolah-olah ia mengerti ke gundahanku
Ia membelai lembut hati yang kecewa
Dan berkata "kau kan baik- baik saja"
Seolah-olah ia mengerti ke gundahanku
Ia membelai lembut hati yang kecewa
Dan berkata "kau kan baik- baik saja"
Bahwa seperti apapun akhirnya
Akan selalu ada alasan untuk tersenyum bahagia
Untuk hati yang siap menerima janji
Untuk diri yang tak boleh merugi
Untuk cinta yang selalu terpatri di hati
Untuk jiwa yang tak boleh jumawa
Karena janjiNya bukan janji manusia
Akan selalu ada alasan untuk tersenyum bahagia
Untuk hati yang siap menerima janji
Untuk diri yang tak boleh merugi
Untuk cinta yang selalu terpatri di hati
Untuk jiwa yang tak boleh jumawa
Karena janjiNya bukan janji manusia
Senin, 08 Februari 2021
Untuk Kamu, Yang Terjebak MASA LALU
Sepi sendiri melangkah dalam sunyi
Sayangnya kau tak akrab dengan secangkir kopi
Terasa hampa tak bermakna
Tangisan sendu terasa sesakan dada
Hanya bisa mengenang penuh angan-angan
Menari-nari di kepala memori sang pujaan
Mustahil tuk di hilangkan atau dilupakan
Sang mantan takkan pernah mengerti keadaan
Dulu selalu membuatmu kesepian
Menunggu sang mantan memberi kabar
Hingga akhirnya kau tidur terlelap didalam kamar
Hampa iringi langkah dalam keseharian
Mungkin ingin kau buang semua kenangan
Namun rasa sayang menjadi penghalang
Hanya bisa mengenang dalam lamunan
Terjebak dalam kenangan tak bertepian
Hingga akhirnya kau tidur terlelap didalam kamar
Hampa iringi langkah dalam keseharian
Mungkin ingin kau buang semua kenangan
Namun rasa sayang menjadi penghalang
Hanya bisa mengenang dalam lamunan
Terjebak dalam kenangan tak bertepian
Mungkin kau berusaha menutup diri
Tapi sayangnya dia punya kunci
Yang selalu bisa buat mu membuka hati
Dan...aku...???????
Hanyalah sebuah susunan puzzle impian
Yang tinggal selangkah lagi menuju masa depan
Kini buyar tertiup angin kenangan
Puluhan spekulasi bermunculan
Menimbang mana yang memiliki kemungkinan
Tak sedikit sanggahan datang bergiliran
Berusaha agar ia dapat didengarkan
Mendukung hati yang penuh harapan
Analisa tak pernah henti berjalan
Mengorek setiap inci ingatan
Mencari jawaban yang berharap sebuah kepastian
Lelahpun sudah tak ia hiraukan
Bayang semu melanda tak terhindarkan
Menggerogoti setiap sudut pikiran
Sekarang aku sedang ingin sendiri
Berdamai dengan hati
Bersama dengan SECANGKIR KOPI
Langganan:
Komentar (Atom)