Sana kau menjauh dari ku.
Kenapa kau selalu mengikuti ku
Padahal aku ingin menjauh dari mu
Dan mengusir hadirmu dari hidupku
Tapi kenapa.....
Kau tetap saja ada
Padahal aku sudah melempar mu ke ujung cakrawala
Ku tenggelamkan kau di dasar samudra
Ku lelehkan kau bersama panasnya magma
Kenapa....
Kau malah melebur bersama hembusan angin
Menambah hari ku semakin dingin
Menahan rindu dan kecewa di dalam batin
Membendung diri dari rasa ingin
Rasanya pengen teriak dengan kencangnya
Biar kau tau,,,, hati ku menjerit dicambuk rindu yang mendera
Biar kau tau,,,,, hatiku meronta berkata kenapa bukan aku yang ada dihati dan pikirannya
Hai perasaan,
Rasanya sudah lama tak menengokmu.
Menengok dasar hati yang sudah terkubur
Perasaan cemburu yang menggebu,
Perasaan cemburu karena masa lalu, atau
Perasaan cemburu yang datang tanpa mengetuk dulu.
Hari ini aku menyapa lagi dirimu,,,
Ya, perasaan cemburu yang telah lama terkubur dan berlalu.
Sesak di dada menjadi pertanda kalau dirimu,
Masih tinggal didalam hati ku
Serta mengalir didalam denyut nadiku
Ya perasaan cemburu datang mengetuk kalbu
Mungkin bertambah sesak karena cinta ku
Tapi, ya sudahlah, bukankah kadang diriku memang merindukan perasaan itu,
Perasaan cemburu yang menggebu di kalbuku.
Wahai cemburu....
Aku pasrah dan menyerah
Kau menang... dan aku mengaku kalah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar