Sekarang banyak orang yang mementingkan karir dan melupakan cinta yang perlahan terkikir. Mereka terlalu sibuk dengan ambisi masing-masing. Mereka hanya fokus terhadap apa yang ingin ia capai dalam segi kecukupan materi, tapi mereka lupa akan orang-orang disekeliling mereka seperti ayah, ibu, saudara, suami/istri, anak, kerabat, dan teman" disekeliling mereka.
Tanpa disadari, orang yang haus akan materi.... sebenarnya mereka telah kehilangan harta yang paling berharga dalam hidupnya, yaitu kasih sayang orang-orang disekeliling mereka. Kita ambil contoh saja orang yang sudah sukses merantau kebanyakan akan enggan untuk meluangkan waktu banyak utk menjenguk orangtua mereka. Jangankan pulang menjenguk, sekedar menyapa orangtua dan kerabat mereka pun enggan.
Kesibukan pekerjaan seharusnya tak menjadikanmu jauh dari keluarga. Deadline tugas-tugas kantor hingga kewajiban lembur tak boleh menghalangimu berinteraksi dengan mereka. Sepulang kerja atau saat akhir pekan selayaknya jadi waktu yang bisa kamu habiskan bersama; sekadar mengobrol, makan bersama, jalan-jalan, atau pergi liburan.
Menyeimbangkan antara pekerjaan dan keluarga mungkin bukan perkara mudah. Tapi, ketika kamu berhasil memadukan kedunya, hidupmu sudah pasti jauh lebih indah. Bagaimanapun, pekerjaan dan keluarga adalah dua hal yang memang saling berkaitan. Pekerjaan mencukupkan kebutuhanmu, sedangkan keluarga yang selalu siap mendukungmu.
Padatnya rutinitas kerja membuat terlena, sampai-sampai kamu lupa memikirkan urusan hati dan cinta
Ada kalanya kamu terlalu sibuk dengan pekerjaan. Menghabiskan waktu dari pagi hingga malam hari di kantor. Kamu tak lagi sempat bergaul atau sekadar berkenalan dengan teman-teman lawan jenismu. Bahkan, kamu mulai berpikir bahwa menjadi single sudah cukup menyenangkan.
Meskipun banyak kebaikan yang bisa kamu dapatkan saat melajang, kamu tak boleh terjebak dalam kondisi itu. Hidup akan lebih layak dijalani saat kamu sudah menemukan belahan hati. Seseorang yang siap menemani atau sekadar diajak berbagi. Dia yang siap merangkul pundakmu atau menggenggam tanganmu agar kamu tak merasa lebih berarti.
Jadikanlah pasangan mu sebagai penyemangat hidup mu, karena tak selamanya punya pasangan akan menghambat mu dalam berkarya. Janganlah kau sia-siakan mereka yang ingin dekat dengan mu, tetaplah buka hati dan pikiran, tapi jangan pula kau memberi harapan jika sebenarnya tak kau inginkan.
Urusan mengumpulkan pundi-pundi materi, membuat prioritasmu tak jelas lagi.
Kamu kehilangan kendali atas hidupmu sendiri
Jangan sampai waktumu habis untuk bekerja. Perkara mencari uang tak boleh membuatmu lupa jadwal olahraga
Kerja keras dan giat bekerja sih boleh-boleh saja, tapi jangan lupa bahagia!
Sebagai seorang profesional kamu wajib punya kemampuan mengatur waktu yang mumpuni. Hal ini penting selama kamu berharap punya kehidupan yang seimbang – bisa melakukan banyak hal yang kamu inginkan. Bagaimanapun, kamu punya kehidupan di luar pekerjaan: menekuni hobi, mengembangkan kemampuan diri, hingga merencanakan bisnis pribadi.
Belajarlah untuk bijak mengatur waktu; bangun pagi, tidur cukup, datang ke kantor tepat waktu, pun saat pulang kantor. Ketika akhir pekan tiba, pintar-pintarlah memanfaatkannya untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang memang kamu sukai. Jika bisa membagi waktu dan mengatur semua kegiatanmu dengan baik, hidupmu pun akan terasa “cukup”.
Atas nama pekerjaan, hubungan baik dengan teman juga sering kamu sepelekan
Yakinlah bahwa tanpa kehadiran teman-temanmu, hidup tak akan cukup menyenangkan untuk dijalani. Teman adalah mereka yang bisa membuatmu tertawa sambil sesekali memberimu nasihat-nasihat yang mencerahkan. Bersama mereka pulalah kamu bisa berbagi rahasia dan berkeluh kesah.
Pentingnya keberadaan teman menjadikanmu layak menjaga hubungan baik dengan mereka semua. Setidaknya, selalu luangkan waktu untuk bertemu, sekadar mengobrol sambil minum kopi atau jalan-jalan bersama. Meskipun sibuk, sedikit waktumu adalah wujud rasa pedulimu pada mereka yang kamu sebut sebagai teman.
Tak hanya kesehatan mental, kamu pun wajib menjaga kesehatan fisikmu. Agar tetap bugar dan sehat, tubuh butuh dilatih dengan aktivitas fisik secara rutin. Misalnya, kamu bisa memilih berbagai jenis olahraga; lari, berenang, bersepeda, dll. Selain tubuh jadi lebih sehat dan bugar, olahraga juga bermanfaat mengurangi stres dan depresi yang bisa kamu alami akibat pekerjaan.
Semua yang disebutkan pada poin-poin di atas jelas menegaskan bahwa pekerjaanmu bukanlah yang utama. Di luar kantor yang setiap hari kerja kamu sambangi, banyak hal-hal lain yang tak kalah penting dalam hidupmu. Hal-hal itu pulalah yang membuatmu bisa merasakan kepuasan dalam hidup. Percayalah bahwa kamu berhak atas hidup yang memang ingin kamu jalani. Yang pasti, baik-baiklah memperlakukan dirimu sendiri; utamakan kebahagiaanmu, barulah membahagiakan semua orang.
Apakah saat ini kamu terlalu fokus pada pekerjaanmu dan mengabaikan hal-hal di atas? Jika iya, mulailah menyadarinya dan perlahan mengubah kebiasaanmu mulai sekarang, ya!
KAU AKAN LELAH KARENA MENCARI,
DAN KAU AKAN BAHAGIA KARENA MENCINTAI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar