Rabu, 30 Mei 2018

Film Kiamat Sudah Dekat

Aku termasuk penikmat film, terutama film-film jadul. Pas jaman kuliah dulu, aku pernah mengambil makul karya seni yang pada waktu itu disuruh bedah film. Matkul itu terkenal matkul seni yang susah-susah gampang sih, baik dari segi penalaran maupun dosennya di kampusku. Hehehe. Sejak mengambil matkul itu, aku jadi lebih peka dalam menonton film. Meski bukan ahlinya, boleh lah ya sekali kali aku mengulas tentang film disini 😀

Oke? Oke! Kita mulai saja…

Kiamat Sudah Dekat.... 

Tidak banyak film Indonesia religi yang benar-benar menyiratkan pesan Islam yang dalam. Apalagi genre religi romantis yang mewabah beberapa waktu lalu. Jauh sebelum Ayat-ayat Cinta yang dibesut dengan penuh sentuhan romantis-surealis (ini istilahku untuk menyebut kisah cinta di awang-awang, hehehe), ada satu film religi romantis yang sebenarnya lebih mudah ditangkap pesannya dan lebih dalam dari segi pemaknaan cintanya, yaitu film Kiamat Sudah Dekat yang dibintangi Andre ‘Stinky’ Taulany, Deddy Mizwar, dan Ayu Pratiwi. Film ini, dengan segala keterbatasannya dimana saat itu dakwah masih belum gencar seperti sekarang, sukses membuatku terharu biru dengan perjuangan Fandy si Rocker untuk bisa menikahi Sarah, si anak pak Haji. 😛
(Mirip sih dengan perjuangan ku mendapatkan cinta mu dengan syarat yang km ajukan)
Wkakaka....BAPER AGAIN

Tidak ada adegan yang cengeng, tidak ada adegan yang terlampau berlebihan walaupun ada adegan bunga mawar namun disajikan secara wajar dan semuanya memberi kesan yang dalam bagi sebuah film romantis. Dialog-dialognya tersaji dengan cerdas dan mengena, dan meski sangat kental dengan ‘mendakwahi’, tetapi cara penyampaiannya yang santai, fun dan cenderung slenge’an akan membuat penton sama sekali tidak merasa sedang digurui.

Tentunya bagi kamu yang pernah nonton film ini akan sepakat bahwa scene yang paling ‘dalem’ adalah ketika Fandy dan Sarah sama-sama bermunajat kepada Allah meminta untuk dipersatukan sebagai suami-istri. Fandy dengan segala kekurangannya sebagai muslim, menyadari betul hampir tidak mungkin mendapatkan Sarah yang solehah. Begitu juga Sarah yang termasuk gadis alim, teramat hati-hati meminta kepada Allah, bahwa meski Fandy terlihat seperti bukanlah sosok suami yang dapat menjadi imam yang tepat untuk dirinya, namun Sarah tulus mencintainya. Nih, coba kita simak cuplikan doanya Sarah.

“Ya Allah, sungguh hamba-Mu ini tidak mengerti, hamba-Mu yang bodoh. Tapi, aku ingin laki-laki itu yang menjadi suamiku ya Allah. Mohon dengan sangat, mohon dengan sangat, mohon dengan sangat…”

Nah, ada juga nih soundtrack yang menggetarkan dari lagu ini. Penuh dengan kepasrahan.

Ya Allah,

Aku ini insan yang kalah

Balutlah hatiku yang terbelah

Juga terpisah-pisah…

Ya Allah, hanya pada-Mu aku meminta

Dan hanya pada-Mu aku memohon

Mohon dengan sangat

Ya Allah, apa lagi yang salah dariku?

Bersujud ku mohon pada-Mu

Ampuni dosaku

 Ya Tuhanku . . .
Hanya Engkau yang dapat mengerti
Kesepian yang mencabik diri
Ku tak tahan lagi . . .

Ya Allah . . .
Jangan biarkan aku terpisah
Terjerat dalam pusaran rindu . . .
Rahasia kasih-Mu . . .

Ya Allah . . .
dia satu antara seribu . . .
Ku mohon jangan pisahkan aku . . .
Mohon dengan sangat . . .
Mohon dengan sangat . . .
Mohon dengan sangat . . .

(OST Kiamat Sudah Dekat)


Dalam film itu juga menceritakan tentang ilmu ikhlas yang harus Fandy pelajari... disitu Fandy mencoba mengikhlaskan wanita pujaan untuk bersatu dengan laki-laki yang ilmu agamanya lebih baik dari pada dia. Ternyata keikhlasan itulah yang bisa membawanya menuju cinta dek Sarah karena Pak Haji terharu dengan keikhlasan Fandy merelakan cintanya, sehingga memberi restu kepada Fandy mepersunting anak kesayangan pak Haji.

(Mirip sih dengan cerita cinta ku, cinta yang diperjuangan dengan syarat menuju kebaikan, mungkin bedanya kalau di film itu berakhir happy ending... tapi kalau cinta ku pada mu berakhir pada doa dalam hening)

Banyak pelajaran tentang cinta yang bisa kita petik dari film ini.  Bahwa cinta saja tak cukup untuk pernikahan. Seperti kata Umar bin Khattab “Celakalah kamu! Apakah kamu mengira untuk menikah hanya butuh cinta? Dimanakah ketakwaan dan rasa malu?”. Cinta yang hakiki di antara dua insan berlainan jenis, jauh di atas semua teori-teori sampah tentang cinta, sejatinya adalah triangle of love antara Sang Pencipta, dan kedua insan tersebut. Mereka saling mencintai karena Allah, dan cinta mereka berdua pada akhirnya ditujukan untuk Allah. Selamat menikmati pelajaran cinta dari film ini 😀


KADANG HIDUP TIDAK SEMANIS DRAMA FILM FTV... DAN TIDAK SEROMANTIS DRAMA KOREA HIHI.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar