Sabtu, 14 Oktober 2017

Rasa yang Terabaikan



Selamat pagi semua.
Nulisss yukkkk... sambil ngopi dihujan" gini hihi. Oh ya kali ini aku akan menulis sebuah puisi (cieeeee, padahal nggak bisa bikin puisi). Sebenarnya nggak tahu si ini puisi atau hanya sekadar tulisan saja. Ya anggep aja tulisan karangan bebas, yang penting bisa mengungkapkan sesuatu dan bermakna.... dan melegakan jiwa.
(Bahasa ne.... sok...sok an ya ) wkakkakak

Selamat pagi dunia
Akhirnya aku bisa melihat pagi mu kembali
Aku mampu melihat sinar mentari
Aku mampu merasakan sejuknya udara pagi
Aku mampu menghirup harum mekar bunga melati
Dan aku mampu mendengarkan alunan lagu damai


Selamat pagi pujaanku
Akhirnya aku bisa mendengar suaramu
Aku mampu mendengar rasa malasmu
Aku mampu mendengar canda tawamu
Aku mampu merasakan hadir mu
Namun pelan-pelan menghilang dan semu


Selamat pagi pujaanku
Dalam setiap langkahku
Ku ingin melihat rona senyum mu
Senyum yang bisa menenangkan ku
Walau bukan aku alasan bahagia mu


Selamat pagi pujaanku
Maafkan aku telah mencintaimu
Maafkan aku telah menyayangimu
Maafkan aku telah masuk dalam hidupmu
Maafkan aku telah terlalu berharap kepadamu
Maafkan aku telah membuat tidak nyaman harimu
Maafkan aku telah mengatur jilbab mu
Maafkan atas segala kesalahanku
Maafkan atas segala keegoisanku
Maafkan, maafkan dan maafkan aku


Seharusnya aku menyadari
Seharusnya aku lebih mengerti


Sejak bertemu denganmu
Aku melihat harapanku ada dimatamu
Mulai dengan perkenalan dan pendekatan
Dan semua itu berjalan dengan harapan-harapan
Baik harapanmu dan juga harapanku
Harapan ku yang sudah lama beku
Akan tetapi semuanya sirna karna hadir mu
Engkau tahu dan pasti tahu
Akan perhatian dan kepedulianku kepadamu
Tapi ku tau tak bisa memaksa mu
Untuk membalas semua rasa ku
Karna ku tahu, hati mu hanya untuk nazar cinta mu
Tak masalah bagi ku...
Karena melihat senyum mu adalah bahagia ku
Dan bahagiamu adalah salah satu prioritas ku


Hei pujaanku,
Masih ingatkah engkau...
Saat  hari-hari yang pernah kita lalui bersama
Saat canda, tawa serta suka ria
Saat sedih dan tangis juga pernah kita rasa
Setidaknya aku senang dan bahagia
Pernah mengukir hari mu dengan senyum tawa


Hei pujaanku,
Ingatkah kamu perhatian dan kepedulianku?
Pagi, siang, sore dan malam mu
Aku selalu menayakan kabarmu
Aku selalu memperhatikanmu
Aku selalu cerewet menasehati mu
Aku selalu peduli akan kesehatanmu
Aku selalu memberikan semangat buatmu
Dan aku selalu mengingatkanmu
(Mungkin SEMUA ITU tak penting buat mu...  ^_^)
Mungkin saja kamu karena aku bukan pilihanmu
Jadi engkau melakukan hal yang acuh kepadaku


Hei pujaanku,
Meskipun engkau sering mengabaikan sikapku
Mengabaikan perhatian dan kepedulianku
Engkau membalas semua itu dengan hal biasa
Engkau membalas hanya dengan kata seadanya
Semua itu tak akan merubah rasa ini
Rasa yang sudah tumbuh dalam hati
Tapi namanya manusia terkadang ingin mendapatkan
Mendapatkan perhatian dan kebahagiaan
Dalam lubuk hatiku terdalam aku menyayangimu
Dalam diam selalu terlantun doa untuk mu


Hei pujaanku,
Tahukah kamu?
Aku ingin merasakan seperti kamu
Banyak orang yang sayang sama kamu
Ada seseorang yang begitu sayang padamu
Begitu peduli dan perhatian ke kamu
Selalu ada ketika kamu membutuhkan sesuatu
Aku ingin merasakan itu semua dari mu
(Yang mungkin itu tak pernah terjadi pada ku, sejak kecil aku hanya berteman dengan sepi ku... yang bisa mengerti ku cuma IBU KU... HIKSSS.. JADI MELOOO GINI)
Ya udah ahh... udah capek juga nulis ku,,,


Yang jelas doa ku selalu untuk mu
Kejarlah bahagia mu...
Semoga dipersatukan dengan cinta nazar mu
Dan biarkan hati ku kembali beku
Sampai nanti ku temukan cinta sejatiku
Senyum mu adalah bahagia ku
Bahagia mu salah satu prioritas ku

Mengapa ada derita
Bila bahagia tercipta
Mengapa ada sang hitam
Bila putih menyenangkan
Aku pulang......
Tanpa dendam.....
Ku terima... kekalahan ku


Apa kabar sepi, kita berjumpa lagi
Apa kabar beku, kau kembali hadir di hati ku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar