Baru saja hendak kutawarkan secangkir rindu yang pekat,
Ternyata malam terlebih dahulu merenggutmu dalam lelap
Baiklah, akan kuseduh pahitnya perlahan-lahan,
Dan manisnya biarlah larut dalam mimpi-mimpi malam
Biarkan cinta mengepakkan sayapnya
Pada aksara tak berujung karena keyakinan,
Pertaruhan terjadi untuk sebuah pilihan
Ya itulah bisaku,
Melafalkan doa untuk mu
Karena bagiku jarak adalah rindu
Menanti adalah setia
Pada akhirnya pertemuan adalah bahagia
Memang, Aku takkan pernah tau apa yang tersembunyi di situ?
Di sudut hatimu
Adakah degup rindu yang bergemuruh,
Seperti gemuruh rindu yang gaduh di dinding hatiku,
Yang tak pernah jenuh…
Seseorang itu,
Tengah berusaha melipat mimpinya,
Mengemas semua rindunya,
Belajar tuk melupakan,
Nyatanya semua masih tersisih di pojok ingatan…
Tak kuasa…
Beribu alasan untuk selalu tetap tinggal di hatimu,
Namun demikian,
Ingin aku untuk pergi jauh-jauh dari hatimu,
Tapi entah,,,,
Hati tak ingin melakukan
Karena beribu alasanpun aku kerap merindumu…
Selalu ada alasan
Mengapa.....???
Aku ingin selalu
Menjadi bagian dalam hening do’amu,
Selalu tentang itu...
Sebuah pinta akan cinta dan rindu
Yang takkan lekang oleh waktu
Cukup aku mencintaimu dalam diam ku
Dan kamu adalah sebuah nama
Yang selalu kutuliskan
Sedang aku hanyalah sebuah nama
Yang tak kunjung kau baca
Tidak ada komentar:
Posting Komentar