Jumat, 13 Oktober 2017

"KETIKA EMBUN PAGI BERUBAH MENJADI PELANGI"



Baru saja hendak kutawarkan secangkir rindu yang pekat,

Ternyata malam terlebih dahulu merenggutmu dalam lelap

Baiklah, akan kuseduh pahitnya perlahan-lahan,

Dan manisnya biarlah larut dalam mimpi-mimpi malam

Biarkan cinta mengepakkan sayapnya

Pada aksara tak berujung karena keyakinan,

Pertaruhan terjadi untuk sebuah pilihan

Ya itulah bisaku,

Melafalkan doa untuk mu

Karena bagiku jarak adalah rindu

Menanti adalah setia

Pada akhirnya pertemuan adalah bahagia

Memang, Aku takkan pernah tau apa yang tersembunyi di situ?

Di sudut hatimu

Adakah degup rindu yang bergemuruh,

Seperti gemuruh rindu yang gaduh di dinding hatiku,

Yang tak pernah jenuh…

Seseorang itu,

Tengah berusaha melipat mimpinya,

Mengemas semua rindunya,

Belajar tuk melupakan,

Nyatanya semua masih tersisih di pojok ingatan…

Tak kuasa…

Beribu alasan untuk selalu tetap tinggal di hatimu,

Namun demikian,

Ingin aku untuk pergi jauh-jauh dari hatimu,

Tapi entah,,,,

Hati tak ingin melakukan

Karena beribu alasanpun aku kerap merindumu…

Selalu ada alasan

Mengapa.....???

Aku ingin selalu

Menjadi bagian dalam hening do’amu,

Selalu tentang itu...

Sebuah pinta akan cinta dan rindu

Yang takkan lekang oleh waktu

Cukup aku mencintaimu dalam diam ku

Dan kamu adalah sebuah nama

Yang selalu kutuliskan

Sedang aku hanyalah sebuah nama

Yang tak kunjung kau baca


Tidak ada komentar:

Posting Komentar