Malam bak langkah cermin,
menemui yang memenuhi batin
Disindir diri sendiri, sendirian????
Tanpa sandaran kesadaran
Aku menduga...
Dagu yang kau topang itu,
Adalah penyebab jantungku
Menyukai degup senyumanmu.
Aku tantang apakah bintang masih berani muncul,
Setelah melihat senyummu, yang jadi sumber cahaya terpantul
Sepertinya bulan sabit telah belajar banyak dari senyum di bibirmu.
Melengkung indah dilangit gelap tanpa ragu
Kau biarkan senyummu membuat buyar
Karena rindu-rindu yang tak pernah mampu terbayar
Beruntung sekali lipstik yang mencium indah bibirmu,
Tapi aku lebih beruntung selalu liat ada senyum di wajahmu.
Semiring apa pun kepalamu melahirkan senyuman,
Tetap akan menegakkan keinginanku membersamai angan-angan
Seandainya engkau melahirkan dua anak laki dan perempuan,
Bolehkah kunamai mereka senyaman dan senyuman?
Selalu ada yang kurang ........
Di dunia yang fana ini.
Tapi aku akan berjanji,
Dengan satu senyumanmu ini
Aku akan merasa tercukupi.
Ada hal yang tak mungkin ku tolak
Adalah senyummu yang menghujam ku dengan telak.
Jika tak punya daya bicara
Untuk mengungkap segala rasa,
Gunakan bibirmu saja
Yang menguasai segala bahasa.
"Senyuman adalah sebuah garis lengkung yang mampu meluruskan banyak hal"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar