Rabu, 09 September 2020

Realita Nyata



Embun masih menempel diantara dedaunan rimbun. 
Alangkah bahagia daun itu saat mengigil dipeluk sebutir embun.
Beberapa burung terbang bekicau riang bersautan, 
Saat cahaya menyembul memancar dari ujung-ujungnya dengan perlahan, 
Sinari setiap celah-celah gelap bumi ini
Awal dimana semua menyambut rejeki


Berhenti dari ilusi merangkai kata-kata mimpi
Mencoba realita nyata bukan sekedar fiksi 
Bahwa hidup itu fakta yang terpampang nyata
Bukan goresan terangkai dari kata-kata makna bercerita surga


Hening,,, diam,,,, kenangan,,,, 
Membuat cerita maya yang dirangkum seindah bunga terbayang nyata
Sehingga banyak orang terlena bahwa semua fiksi belaka


Peranan hidup yang berganti dalam episode alam
Yang dimulai dari lingkaran jingga mentari dan ditutup gelap hitam sang malam


Menerjemah hidup yang tak kutemukan dimana kamusnya berada
Karena itu semua adalah rahasia sang Pencipta
Berhenti atau aku harus berdiri dan berlari pergi
Tersesat dalam alunan kehidupan yang tidak ada kompas jika hanya menuruti hati


Bintang bukan penunjuk, angin bukan arah
Kelemahan seperti benang halus pemicu ledakan, tersentuh maka musnah
Aku berputar dalam poros lingkaran hidup yang berbeda tapi kembali dititik yang sama
Perubahan akan kesempurnaan seperti tiada


Kecapan demi kecapan terasa sama seperti buta selera akan aroma
Diam tapi aku tidak bungkam, bicarakan saja seadanya 
Tulisanku semakin tidak ku mengerti 
Anggap saja sekedar ungkapan isi hati
Seperti menati pelurus kata...
Pendengar setia dari cerita hingga tertulis sempurna



Penyerahan SK PNS







Selasa, 28 Januari 2020

SENYUMAN


Malam bak langkah cermin,
menemui yang memenuhi batin
Disindir diri sendiri, sendirian????
Tanpa sandaran kesadaran

Aku menduga...
Dagu yang kau topang itu,
Adalah penyebab jantungku
Menyukai degup senyumanmu.

Aku tantang apakah bintang masih berani muncul,
Setelah melihat senyummu, yang jadi sumber cahaya terpantul

Sepertinya bulan sabit telah belajar banyak dari senyum di bibirmu.
Melengkung indah dilangit gelap tanpa ragu

Kau biarkan senyummu membuat buyar
Karena rindu-rindu yang tak pernah mampu terbayar

Beruntung sekali lipstik yang mencium indah bibirmu,
Tapi aku lebih beruntung selalu liat ada senyum di wajahmu.

Semiring apa pun kepalamu melahirkan senyuman,
Tetap akan menegakkan keinginanku membersamai angan-angan

Seandainya engkau melahirkan dua anak laki dan perempuan,
Bolehkah kunamai mereka senyaman dan senyuman?

Selalu ada yang kurang ........
Di dunia yang fana ini.
Tapi aku akan berjanji,
Dengan satu senyumanmu ini
Aku akan merasa tercukupi.

Ada hal yang tak mungkin ku tolak
Adalah senyummu yang menghujam ku dengan telak.

Jika tak punya daya bicara
Untuk mengungkap segala rasa,
Gunakan bibirmu saja
Yang menguasai segala bahasa.


"Senyuman adalah sebuah garis lengkung yang mampu meluruskan banyak hal"