Berawal dari tatapan mata
Yang tak pernah kusangka
Tumbuh menjadi rasa suka
Berawal dari sapaan yang biasa saja
Kini tumbuh menjadi satu jiwa
Yang membuat kita selalu bahagia
Tak terasa entah berapa tahun lamanya
Kita berbahagia,
melewati pahit manisnya cobaan di dalamnya
Terimakasih bidadari
Kau tetap setia pada hati
Ingin selalu bersama denganmu sampai nanti
Semoga ikatan kita akan selalu terjaga
Hingga restu semesta iringi langkah kita
Wanita disana
Indah rupawan penuh pesona
Berkerudung abu abu
Bagai purnama yang menyinari malamku
Bahagia ku rasa..
Saat ku lihat kau tersenyum ceria
Walau hanya sekejap mata
Tetapi bagiku itu sangatlah berharga
Tetaplah disitu
Terangi hatiku
Tetaplah menjadi purnama
Yang selalu menyinari indahnya
Malam yang ku punya
Bila kehadiran embun menyejukan suasana pagi
Tentu hadirmu menyejukan suasana hati
Bila sang mentari hadir menyinari bumi
Tentu kaulah yang selalu hadir melengkapi
Menyinari hari menyambut pagi
Kau bagaikan udara
Jika kau tiada ...
Mungkin semua rasapun akan binasa
Mungkin semua rasapun akan binasa
Cantikmu bagai purnama
Yang menyinari senja walau hanya sementara
Dan aku akan tetap menjadi sang pujangga
Menjaga cinta agar terus tumbuh bersahaja
Wanita cantik disana
Indah rupawan penuh pesona
Berwajah jelita, berakhlak mulia
Sungguh..
Kaulah permata yang selalu berkilau
Mata itu seakan merayu
Bila kau menatapku
Bila kau menatapku
Ku rindu bila semalam tak bertemu
Senyummu bagai rembulan
Bersinar terang di bulan ramadhan
Wahai kekasihku
Tetaplah bersamaku
Karena ku akan selalu menemanimu
Menantimu di malam bulan penuh rindu
"Hati Yang Diam Menanti"
"Hati Yang Diam Menanti"