Jumat, 14 September 2018

BUNGA CINTA


Masih seputih melati
Cintamu diterpa sang mentari
Saat hujan tak kunjung henti
Pancarannya hangatkan hati


Wangimu pun tak kunjung hilang
Tak ingin jika kau dipetik orang
Menjagamu walau harus ku berperang
Sampai nyawaku ini terbang dan melayang


Kan kupetik bila saatnya tiba
Kuberi hiasan agar indah menawan
Jangan biarkan rasa ragu didada
Menjalani hidup dalam penantian


Telah ku gapai angan ku yang dulu hilang
Ku suarakan rasa cinta ini lantang
Menikmatinya dengan penuh kasih sayang
Walau begitu,,, aku masih saja kurang


Kuingin selalu ada didekatmu
Mendengarkan kicau burung yang merdu
Bersama meninggalkan masa lalu
Berdua menjalani hidup baru
Tak kan lelah aku mencintaimu
Tak kan bosan aku merindukanmu


Teruslah melangkah ke depan,
Jangan biarkan nostalgila jadi beban,

Masa lalu adalah pelajaran,
Masa depan adalah impian,
Masa sekarang adalah perjuangan

Seindah apapun huruf yang terukir,
Dapatkah ia bermakna kalau tiada jeda,
Dapatkah ia dimengerti kalau tanpa spasi,
Bukankah kita perlu jarak untuk bisa bergerak,
Dan saling sayang bila ada ruang

Terima kasih telah datang,
Hingga aku tau rasanya berjuang,
Terima kasih telah datang,
Hingga aku tak mau kau hilang,
Terima kasih telah datang,
Hingga aku tau kemana harus pulang,

Terima kasih telah hadir,
Hingga kita akan bersama hingga akhir,
Terima kasih telah hadir,
Hingga kita akan menjadi takdir,
Jangan hanya singgah, tapi menetaplah,
Janganlah mengekang, tapi berilah ruang,
Agar kita bisa saling berharap,
Suatu saat bisa satu atap









Bidadari Hati



Malam semakin larut...
Tapi mata tak dapat terpejam..
Lentera kecil menemani ku..
Disudut ruang penuh kesepian..

Ku sandarkan ujung hari ku disini..
Di antara retakan sutera penghangat kalbu..
Nafas panjang melepas beban pikiran ku..
Sekilas hadir bayanganmu di sampingku..

Ingin ku sapa lembut dengan salam ku..
Kupeluk erat dengan do'a ku..
Kumanjakan kamu dengan nada-nada dzikir ku..
Sebagai tanda betapa aku menyayangimu..

Kau sentuh hatiku dengan ujung jilbabmu..
Hadirmu mu mengobati dahaga rindu ku..
Bersemi bahagia yang telah lama terkubur rasa duka..
Berguguran segala kesedihan di yang telah ada..

Rasa ini bagai air yang mengalir menuju muara
Dimana aku dan kamu terbawa arus yang sama
Bersatu walau berasal dari tempat yang beda
Memberi warna pada telaga bersemi cinta

Senin, 03 September 2018

Lukisan Perasaan


Lukisan indah lembaran hatiku
Tertulis tinta emas namamu
Diantara belahan hati cintaku
Bersemayan abadi di sanubariku

Andai bisa kau lihat jantungku
Berdetak lebih cepat saat menatapmu
Kerinduan hati selalu menemaniku
Berdo'a untukmu menghibur hatiku

Lara hati ku simpan rapi
Mengembara angan sebatas mimpi
Mungkinkah suatu saat akan menepi
Ku tunggu keajaiban dunia ini

Kehidupan dunia begitu indah
Perjalanan panjang menggapai anugrah
Cinta kasih ALLAH sebagai keyakinan
Butiran debu menjadi intan berlian

Aku adalah manusia
Aku adalah jasad yang berjiwa
Aku adalah satu nuansa
Yang sarat dengan aneka rasa
Aneka rona bisa tercipta

Aku adalah jiwa
Yang kadang dipenuhi kegelisahan
Aku adalah puisi
Yang menyanyikan nada kegundahan

Aku juga lukisan
Jiwa yang penuh oleh warna ceria
Aku juga berbingkai romansa
Lukisan warna-warna cinta,
Aku punya nuansa kelembutan
Namun juga nuansa kejenuhan

Kan ku lukis senyuman manis itu
Pun kejora dalam indah tatapanmu
Yang terbias bayang samar
Hingga tak lagi kurabai buaian netra

Garis-garis halus pemisah ranah
Kan ku hapus hingga punah
Ku ganti dengan rona lembayung senja
Hingga indah tercipta di kanvas nyata

Dalam lekukan geliat warna
Bersama meniti indah mega jingga
Cinta berkidung bersama senyummu
Rindu menari bersama tatapanmu

Bukan karena aku banyak omong
Apalagi mengumbar kata bohong
Merangkai kata salah satu hobiku
Menjadikan syair indah harapanku

Apalah arti keindahan tanpa kiasan
Cinta terasa hambar tanpa dijabarkan
Cakrawala membisu tanpa perumpamaan
Hati akan membeku tanpa diungkapkan