Haiii goodpeople,,,gaya ne sok pake bahasa Inggris hehe, (padahal biasa ne cm maem tiwul aja penulise gaya ya,,, ^_^). Kali ini kita akan membahas tentang sebuah pilihan, wuiihhhhh kayake serius banget ya topik kita kali ini. Kalian pasti pernah dihadapkan pada beberapa pilihan dan kalian dituntut untuk menentukan sikap. Tuhhhh kan…. belum apa-apa kita udah dituntut lhooooooo…. Hiihi. Tenang yang akan menuntut adalah pak SERSAN alias (SERius tapi SANtai). Jadi kita bahas dengan suasana pak SERSAN tadi aja biar relax pikiran kita, gak sepaneng kaya lagi ngitung SPJ BOS,,,,eeiiiiiitttt malah curhat kerjaan di sekolah (maklumlah lg sindrom plus paranoid sm yang namanya laporan BOS), bikin pusingggg cuyyyyyy!!!!( Ini yg dibahas apa malah jadi bahas apa, hehe). Kita kembali ke topik aja ya gaes,,, ^_^
Banyak yang mengatakan bahwa hidup itu pilihan , pernahkah kita menghitung berapa kali kita memilih selama sehari semalam, dari pagi sampai malam ternyata pekerjaan pikiran (otak) yang terbanyak adalah “memilih” . Tapi jika tidak ada pilihan maka pekerjaan memilih tidak berfungsi . Memilih tidak berfungsi jika sesuatu yang dipilih itu karena pilihannya hanya satu .Jika pekerjaan otak untuk memilih sering tidak berfungsi pasti akan berpengaruh pada fungsi otak Semakin sering kita dihadapkan pada pemikiran yang tidak perlu memilih otomatis pekerjaan otak kurang berfungsi efektif dan efisian bahkan cenderung tidak berfungsi memilih.
Contoh pertama:
Pagi-pagi bangun mau minum pasti dihadapkan pada pilihan, minum air putih, minum teh atau minum kopi. Yang menerapkan hidup sehat pastilah meminum air putih, yang perkokok biasanya lebih memilih teh atau kopi pastinya. Ada lagi misalnya beli sabun mandi, bingung pilih mau beli merk apa , dan juga mau sarapan pagi apa? Makan siang apa dan seterusnya setiap hari setiap saat . Tapi ada lagi yang yang mana kita dihadapkan pada satu pilihan artinya mau tidak mau suka tidak suka hanya ada satu pilihan. Pilihannya ya tidak memilih atau terpaksa memilih yang tidak sesuai dengan pilihannya.
Apakah semua yang kita pilih ini sesuai dengan pilihan ? Apakah sudah tepat sebagaimana yang kita kehendaki. Jujur saja pada diri sendiri . Kadang kita sudah menetapkan pilihan tapi tidak tepat di belakang hari , mungkin diantara kita pernah pagi-pagi minum kopi enak sekali sedap dan mantap. Tapi beberapa waktu kemudian kepala pusing perut kembung dan lagi kepala agak pusing . Inilah yang terjadi kadang kita senang gembira menetapkan pilihan mau nggak mau harus tapi begitu kita pilih tetapkan dikemudian hari bermasalah dengan kondisi kesehatan, kondisi keluarga, kondisi social ekonomi dan seterusnya. Jadi yang dalam proses memilih kita anggap sebagai pilihan terbaik ternyata belum tentu baik. Jika disimpulkan semua hanya berbasis pengalaman yang terbatas dan pada akhirnya pengalaman , pengalaman pernah merasakan pengalaman pernah melakukan dan sebagainya menjadi dasar utama dalam menentukan pilihan .
Contoh kedua:
Waktu kita Ujian Sekolah, Ujian Semester, Mid Semester, dan Ujian Kehidupan (opppppssssss,,,, ngawur penulise). Pastilah kita pernah mengerjakan soal pilihan ganda donk ya,,,, a,b,c,d,e,f,g,h..... woooo kebablasen, kan cm sampai a,b,c,d doank hihi. Pilihan cm sampai "d" aja udah bikin pusing apalagi ditambah pilihan nya hehe. Pada prinsipnya semakin banyak pilihan kan malah bikin kita semakin bingung saat memilih ya,,, iya donk ya,,,, ngakuuuu!!!! hehe
Dari pilihan jawaban tersebut kalian disuruh memilih salah satu jawaban yg kalian anggap benar... ya kalo kalian udah yakin akan jawaban sih langsung silang aja, tapi kan kita kadang bimbang antara jawaban satu dan lain. Kadang yang kita anggap benar ternyata bukan jawaban yang tepat setelah di koreksi jawabannya. Ya kalo jawaban soal itu pengoreksinya guru... tp kalau dikonsep kehidupan sebenarnya pengoreksi yang paling tahu adalah Allah SWT tentunya.
Pilihan hidup ini tentunya sangat
berbeda dengan pilihan ganda yang ada ketika kita mengerjakan sebuah soal
ulangan di sekolah. Tujuannya memang sama, yaitu untuk menentukan kehidupan
kita di masa depan jika hasilnya baik maka kita akan naik ke kelas yang lebih
tinggi dan mendapat peringkat yang bagus. Jika salah maka kita harus mengulang
lagi, dan mau tidak mau harus di isi demi kelanjutan sekolah kita. Namun itu
dalam hal pilihan di option sebuah soal ulangan. Dalam kehidupan ini pun sma
seperti sekolah ketika kita akan naik ke kelas yang lebih tinggi kita harus
mengikuti ujian hidup,ujian hidup itu bisa berupa pilihan. Namun bedanya dalam
pilihan hidup ini jawaban nya sangat tidak masuk akal alias tidak logis. Jika
soal ulangan di sekoah dapat kita isi dengan pilihan yang benar karena kita
sudah mempelajarinya, di dalam pilihan hidup kita harus memilih sebuah pilihan
yang sama sekali kita belum tau teori dari pilihan tersebut, teorinya hanya
bisa kita ketahui setelah kita masuk dan memilih salah satu pilihan hidup
tersebut,yang membuat kita sukses dari sebuah pilihan hidup yang kita ambil
hanyalah KEYAKINAN dari diri kita sendiri.Maka dapat di simpulkan bahwa “PILIHAN HIDUP itu tidak ada yang benar dan
tidak ada yang salah namun kita harus mempertanggung jawabkan pilihan tersebut”
perlu kita ketahui bahwa bertahan dalam sebuah pilihan lebih sulit daripada
menentukan sebuah pilihan, dan penyesalan itu ada karena kita yang tidak bisa
mempertanggungjawabkan pilihan bukan karena kita salah memilih pilihan.
CARA MENENTUKAN PILIHAN:
Hindari Rasa Ragu
Karena KERAGUAN di ibaratkan sebagai “KURSI GOYANG” kalian tau kan kursi goyang? (Bukan Jaran Goyang Lho ya …. !!!!) . Jika di lihat dari wujud asli nya kursi goyang adalah kursi yang bergoyang di tempat. Nah jika di gambarkan dengan filosofi kehidupan kursi goyang itu “Keraguan itu Membuat kita untuk melakukan sesuatu (bergerak) namun tidak membawa kita kemana-mana” Itulah yang di maksud dengan KERAGUAN ,membuat kita memilih sesuatu namun tidak menghasilkan apa-apa.
Jadi Cara sehat menentukan pilihan hidup yang pertama ini kita harus meyakini apa yang menjadi pilihan kita alias menghindari keraguan supaya apa yang kita pilih membuahkan hasil sesuai dengan tujuan hidup kita. Jadi Cara sehat menentukan pilihan hidup yang pertama ini kita harus meyakini apa yang menjadi pilihan kita alias menghindari keraguan supaya apa yang kita pilih membuahkan hasil sesuai dengan tujuan hidup kita.
Suara hati itu jawaban yang pertama
kali muncul dalam hati kita. Tapi terkadang kita suka terkecoh mana yang
pertama mana yang kedua, dan kita malah jadi bingung. Ok,,,,,untuk mengatasi
masalah ini sebenarnya gampang, coba ketika kamu dihadapkan dalam beberapa
pilihan. Pilihlah hal yang SREK di
hati kamu dan itulah yang di sebut dengan suara hati. Misalnya ketika kamu mau
masuk kuliah dan harus memilih jurusan mana yang tepat untuk kamu. Dalam hal
memilih jurusan kuliah ini kebanyakan orang memilih jurusan yang hanya
ikut-ikutan orang lain supaya terlihat keren, dan akhirnya setelah ia masuk ke
jurusan yang bukan atas dasar dari suara hatinya ia jadi males saat mengerjakan
tugas, ia merasa terbebani dengan semua tugas yang di berikan dosen, padahal
jika ia menuruti suara hatinya bukan ikut-ikutan orang, sesusah apapun tugas
yang di berikan ia akan terasa mudah dalam mengerjakannya karena di dasari
dengan suara hati dan cinta terhadap pelajaranyang ia tekuni. Ketika kita
melakukan sesuatu atas dasar CINTA, maka semua itu tidak akan menjadi beban
untuk hidup kita bahkan akan membuat kita senang dan akan terasa mudah dalam
mencapai tujuan dari pilihan tersebut.
Jangan lupa lakukan sholat istikharah supaya pilihan itu benar-benar yang Allah ridhoi.
Dari 2 cara menentukan pilihan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam menentukan pilihan hidup kita harus:
1. Dengarkan Suara hati
2. Hindari rasa ragu
3. Yakin
4. Bertanggung jawab terhadap pilihan yang kamu yakini.
Dengan kamu melakukan cara sehat menentukan pilihan hidup di atas DI JAMIN kamu tidak akan menyesal dengan pilihan kamu dan kamu akan mendapatkan Hasil yang luar biasa.
Yang terpilih maupun yang tersisih akan terlihat benar atau salah setelah melalui proses penilaian. Jika apa yang kita pilih itu sudah benar sesuai dengan penilaian sih kita bakalan tertawa bahagia pastinya donk ya, eeiiitttt tapi jika ternyata yang tersisih itu sebenarnya pilihan yang tepat gimana hayoooo,,,, kita pasti sedih, murung, menyesal, atau malah hancur hati kalian sampai nangis gulung-gulung ,,, lebay deh ya wkakakaka.
Pilihan juga berdasar perkiraan-perkiraan yang membentuk anggapan ada yang berdasar realita banyak juga tidak berdasar realita, atau bahkan berdasarkan angan-angan , imaginasi atau justru berdasarkan gengsi yang belum tentu bermanfaat bagi dirinya atau keluarganya atau belum tentu baik untuk kesehatannya. Ada juga yang tidak memperdulikan pertimbangan-pertimbangan rasional atau hanya berdasarkan naluri atau keinginan hawa nafsu. Yang terakhir inilah yang banyak dilakukan sebagaimana dilakukan oleh hewan, wah gawat jadi mereka-mereka ini menentukan pilihan berdasarkan dorongan naluri hewani dong? ya kira-kira seperti itu!
SEMOGA BERMANFAAT