Senin, 04 Desember 2017

Sebenarnya kita udah sama-sama suka, bedanya AKU suka KAMU, tapi KAMU suka DIA


“Kamu kenapa kok hatinya pake emot nangis?”, “Nggak tahu, tiba-tiba hati ini nyesek aja”.
(Ngomong sm tembok)

Hidup Penuh Liku Liku
Ada Suka Ada Duka
Semua Insan Pasti Pernah Merasakannya…

Begitulah lirik dari sebuah lagu dangdut yang dipopulerkan oleh Camelia Malik. Entahlah,,, Camelia Malik itu apanya Candra Malik. Entahlah,,,, Camelia Malik itu apanya Zayn Malik. Entahlah… entahlah… tapi yang jelas, lirik di atas emang banyak benernya.

Eh, gimana? Gimana?”

Ya, mencintai orang yang tidak mencintai. Hal seperti ini lazim terjadi dalam dunia percintaan. Maka dari itu, kali ini aku mau ngebahas alasan kenapa kita mencintai orang yang tidak mencintai kita?

Karena mencintai itu hak, begitu pula sebaliknya.

Seperti semua hal, cinta pun demikian. Semua orang berhak mencintai siapapun. Tapi satu hal yang perlu diingat adalah: orang lain juga berhak mencintai balik ataupun tidak. Kalau cinta dibales cinta, asik banget. Karena emang itu yang diharapkan. Tapi kalau dibalas dengan penolakan, nah, maka dari itu ada artikel ini yang membahasnya. Biar kalau kamu perih, perihnya nggak perih-perih amat. Lalu kalau cinta itu balasannya bukan “diterima” atau “ditolak”, melainkan “aku mau fokus ujian dulu,” ketahuilah bahwa itu kata lain dari penolakan

Dan mencintai itu tidak butuh banyak alasan.

Karena kita masih merupakan golongan-golongan manusia yang percaya bahwa cinta itu tak butuh banyak alasan, maka yang terjadi adalah ngotot untuk terus-menerus mencintai. Sementara, orang yang dimaksud juga tetep ngotot untuk terus-menerus tidak mencintai. Wah!

Selain itu cinta patut untuk diperjuangkan, apapun resikonya

Beberapa orang memilih untuk terus mencintai orang yang tidak mencintainya, karena dalam pikirannya masih ada kepercayaan bahwa cinta itu patut untuk diperjuangkan. Kalau orang yang dicintai ternyata tidak mencintai, berarti prinsipnya adalah: cinta itu patut untuk tidak diperjuangkan. Huft.


Karena kewajiban kita, berusaha. Soal hasil, terserah Dia dan dia.

Nah, ini paling keren.

Buat apa sih ngotot-ngotot mencintai orang yang tak mencintaimu? Kayak dunia ini orang yang patut jadi pasanganmu cuma dia aja. Coba main-main yang jauh sana. Masuki komunitas atau organisasi baru. Atau pindah ke lingkungan dan pekerjaan baru, niscaya kamu akan bertemu orang-orang baru, yang bisa jadi, salah satu di antaranya, adalah jodohmu. Tapi kalau kamu emang mau ngotot mencinta orang yang nggak mencintaimu, ya terserah. Toh, kamu cuma bisa berusaha. Karena hasilnya sudah pasti terserah Dia (ALLAH) dan dia ------- atau kalau mau ditambah juga bisa: dan orangtuanya, dan pacarnya, dan gebetannya. Tuh, kan, banyak.

Masih percaya jika cinta itu bisa tumbuh karena kebiasaan yang tercipta.

Witing tresno jalaran kulino, begitulah istilah jawanya. Cinta tumbuh karena terbiasa.

Bisa jadi, kamu terus-terusan mencintainya, karena masih memegang erat prinsip itu. Tapi kalau kamu mendekatinya menggunakan rasa, sementara ia menerima pendekatanmu tanpa rasa, apalah arti membiasakan kebersamaan?
Buang-buang waktu!

Membuatnya bahagia dengan segala pilihannya adalah yang paling utama.

Keutamaan itu hanya milik Allah SWT. Tapi ada hal yang bisa kamu lakukan, yakni dengan membiarkannya untuk memilih hal yang bisa membuatnya bahagia. Termasuk, tidak mencintaimu. Lha gimana, wong nggak cinta kok mau dipaksa-paksa. Janganlah...... Apa-apa yang dipaksa itu hasilnya nggak enak. Bukankah begitu, hayy... bantal...hay guling?
(Efek mulai ngantuk)


Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum...

Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan. 


     Banyak orang yang menurutku suka berbelit-belit mendifinisikan sakit hati, padahal that’s just simple. Sakit hati itu misal, “aku suka kamu, kamu suka dia”, atau “aku suka kamu, kamu nggak suka aku”, dan lain sebagainya. Iya kan seperti itu? Iya nggak?. Aku percaya 100 % orang yang digituin hatinya pasti sakit, secara kalo bahasa kerennya cinta bertepuk sebelah tangan.

     Banyak alesan yang mendasari banyak orang susah mendifinisikannya, terutama kaum hawa, tapi kaum laki-laki juga banyak mungkin, tapi ntah juga aku nggak suka mengamati mereka. Mereka (kaum hawa, hawa sejuk atau panas juga boleh) pertama, kadang suka kurang percaya terhadap pasangannya. Contoh nih, ada yang dicuekin sama pacarnya langsung ngambek, katanya dia udah berubahlah, balik kayak yang dulu lagilah dan banyak lainnya. Padahal bisa saja si pacar lagi sibuk ngasih makanan ke semut peliharaannya, atau lagi di kutub selatan jalan-jalan sehingga nggak bisa ngasih kabar karena nggak ada tower operator disana. Dan itu kata mereka sakit hati, itu kesepian ngomong-ngomong bukan sakit hati. Oleh karena itu, udah percaya ajalah dan tetep khusnudzon kepada pasangan malah banyak pahala.

     Kedua, mereka kadang suka mengede-gedekan hal-hal yang sebenarnya kecil. Ada cerita, ada orang lagi ngasih makan ke kambing peliharaannya, biar gemuk katanya, tapi nggak sengaja pacarnya liat dan kamu taulah gimana selanjutnya. Ya, mereka bertengkar. Apa coba bertengkar gara-gara ngasih makan kambing dan abis itu kalian bilang sakit hati. Kalian cemburu nggak disuapin kek kambing. Hai......... itu bukan sakit hati itu nyari masalah. Masak cowok sedang berperilaku sebagai manusia yang berperikemanusiaan dan berperikehewanan dianggap nggak bener. Aku kasih tau ya, bagi cowok baik-baik mau pindah ke lain hati itu susah, nggak semudah membalikkan telapak tangan. Mereka kalau mau pindah ke lain hati banyak tahapnya, seperti, perkenalan, pdkt, sampai panjang baru ke jadian. Lammmaaaaaaaa........... Jadi anggep aja yang kecil tetep menjadi kecil, nggak usah dibesarin, dan yang besar tetep besar. Hahaha.

Sebenar-benarnya sakit hati adalah ketika panah asmara malah menembus keluar bukan malah menancap di hati lawan. 

Udah dulu ya dua aja alesannya, anggep aja ini omong kosong malem-malem nggak jelas. Bantal dan guling ku udah melambai-lambai pengen dipeluk... abis meluk kamu cuma bisa lewat mimpi sih ^_^




Tidak ada komentar:

Posting Komentar