Engkau kah itu?
Yang berdendang sendu
Dengan seuntai senandung rindu
Diantara rintihan sang kalbu
Yang terus tenggelam dalam kubangan pilu
Terinjak-injak derap langkah sang waktu
Engkau kah itu?
Yang menimpakanku ber ton-ton rindu
Dengan sejuta lembar bayangmu
Merebut tiap hempasan nafasku
Mengikat tiap persendian tulangku
Dengan merindukanmu.. Aku menemukanmu
Engkau kah itu?
Yang mencintaiku
Yang melengkapi semua asaku
Yang bermain di atas taman hatiku
Yang selalu berdendang di ujung rinduku
Yang takkan hilang meski disapa mesra sang bayu
Engkau kah itu?
Wahai sang pelebur hati yang beku
Sudut sepi, ketika itu..
Kembali aku merindukanmu,,,,,,sangat rindu
Gundah, resah dan gelisah menari-nari di kalbu
Bercumbu dengan setumpuk rindu yang membelenggu
Masih ku ingat saat itu..
Saat kau bunuh aku dengan diammu
Namun.. Masih saja aku merindukanmu, sangat rindu
Ku bangun hening kala itu..
Bayanganmu hadir dipikiran ilusiku
Hadirkan sebersit senyum terindah milikmu
Senyum yang semakin memberatkan rinduku
Haruskah ku buang bayangmu itu?
Haruskah aku?
Ah.. Aku tidak dan tak akan mampu
Wahai engkau.. Dengan cara inilah aku mencintaimu
Kamar senyiku..
Sayup-sayup ku ingat kembali kisahku
Kau tahu apa yang kutemukan? Cinta kesederhanaan mu,,,,
Cinta yang membuka mataku
dan juga membuka hatiku
Dan dalam hatiku, aku melihatmu, embun pagi ku
Hingga takan bosan ku berbisik di telingamu
“Aku Merindukanmu”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar